skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penanganan Penyakit Jantung Iskemik!

Penanganan Penyakit Jantung Iskemik!

Penyakit jantung iskemik/penyakit jantung koroner dan micardiail infark merupakan respons iskemik dari miokardium yang di sebabkan oleh penyempitan arteri koronaria secara permanen atau tidak permanen.

Oksigen di perlukan oleh sel-sel miokardial, untuk metabolisme aerob di mana Adenosine Triphospate di bebaskan untuk energi jantung pada saat istirahat membutuhakn 70 % oksigen.

Banyaknya oksigen yang di perlukan untuk kerja jantung di sebut sebagai Myocardial Oxygen Cunsumption (MVO2), yang dinyatakan oleh percepatan jantung, kontraksi miocardial dan tekanan pada dinding jantung.

Jantung yang normal dapat dengan mudah menyesuaikan terhadap peningkatan tuntutan tekanan oksigen dangan menambah percepatan dan kontraksi untuk menekan volume darah ke sekat-sekat jantung.

Pada jantung yang mengalami obstruksi aliran darah miocardial, suplai darah tidak dapat mencukupi terhadap tuntutan yang terjadi. Keadaan adanya obstruksi letal maupun sebagian dapat menyebabkan anoksia dan suatu kondisi menyerupai glikolisis aerobic berupaya memenuhi kebutuhan oksigen.

Penimbunan asam laktat merupakan akibat dari glikolisis aerobik yang dapat sebagai predisposisi terjadinya disritmia dan kegagalan jantung. Hipokromia dan asidosis laktat mengganggu fungsi ventrikel. Kekuatan kontraksi menurun, gerakan dinding segmen iskemik menjadi hipokinetik.

Kegagalan ventrikel kiri menyebabkan penurunan stroke volume, pengurangan cardiac out put, peningkatan ventrikel kiri pada saat tekanan akhir diastole dan tekanan desakan pada arteri pulmonalis serta tanda-tanda kegagalan jantung.

Kelanjutan dan iskemia tergantung pada obstruksi pada arteri koronaria (permanen atau semntara), lokasi serta ukurannya. Tiga menifestasi dari iskemi miocardial adalah angina pectoris, penyempitan arteri koronarius sementara, preinfarksi angina, dan miocardial infark atau obstruksi permanen pada arteri koronari

Diagnosis Penyakit Jantung Iskemik

  1. Pemeriksaan darah
  2. Leukosit: meningkat (12.000 – 15.000 m3) merupakan reaksi non spesifik tehadap injury miokard. Tingginya leukosit sering diasosiasikan dengan luasnya infark.
  3. Laju endap darah (LED) meningkat minggu pertama sesudah infark.
  4. Enzim serum/isoenzim meningkat pada waktu yang bervariasi .
  • (CPK-creatinin phosphokinase, SGOT, LPH-lactio dehidrogenase).

Tidak khas pada jantung karena juga terdapat pada organ lain terjadinya infark miokard dimana sel-sel kardial mati, maka komponen sel lepas ke dalam sirkulasi vaskuler.

  • CPK-MB-naik dalam 4-6 jam, puncaknya 12-20 jam, kembali kenormal dalam 36-48 jam.
  • LDH-naik dalam 12-24 jam, puncak 24-48 jam, memakan waktu 10-14 hari untuk kembali normal.
  • AST (aspartabe amino tranferase) naik (non spesifik) 6-12 jam, puncak 24 jam. Kembali normal dalam 3-4 hari.
  1. HBDH meningkat
  2. Isoenzim yang lebih spesifik tioponin-T
  3. Scanning dengan radiosotop dengan technetium 99 mm pyrophospate (biasanya berkumpul di daerah sel-sel iskemik yang melapisi nekrosis)
  4. ventrikulografi: untuk melihat gangguan kontraksi miokard
  5. Ekokardiografi dilakukan untuk memastikan dimensi ruang jantung pergerakan septum/dinding, dan konfigurasi/fungsi katus jantung.
  6. EKG-dibuat secara seri atau perhari selama di iccu
  7. Elevasi segmen ST pada daerah injury
  8. ST depresi, T inverted pada daerah iskemik
  9. Q wave pada daerah nekrose

Penanganan Penyakit Jantung Iskemik

Pada prinsipnya iskemik diakibatkan karena Lumen pembuluh darah jantung biasanya menyempit karena plak ateromatosa.

  1. Tujuan pengelolaan segera adalah mengurangi nyeri akibat iskemik, memberikan tambahan O2 dan mengenali serta mengobati komplikasi yang mengancam jiwa seperti hipotens edema paru, dan aritmia ventrikel.
  2. Analgesia: kontrol adekuat dan nyeri akan mengurangi konsumsi oksigen dan katekolamin. Analgesia tersebut antara lain:

– Nitrogiliserin

– Morfin sulfat

– meperidin

  1. Oksigen: O2 nasal 2-4 liter/m, bila ada gangguan pernafasan bisa dengan masker dan konsentrasi 60-100%.
  2. Reperfusi
  3. Terapi trombolisa, dapat melarutkan thrombus pada 60-90% pasien sehingga aliran darah koroner pulih. Tetapi ini optimal 4-6 jam setelah keluhan muncul. Obat yang tersedia adalah streptokinase.
  4. PTCA (Percontaneous transluminal coronary angioplasky) melebarkan arteri dengan cara memasukkan balon kecil dan meniupnya.
  5. Bedah pintas koroner
  6. Diet dan bowel care

– Diet lunak 12.300 – 18.000 kalori, rendah garam, rendah kolesterol

– Menghindari minuman terlalu dingin dan terlalu panas

– Berpantang kafein

– Pemberian lasatif untuk pergerakan bowel melunakkan feses

  1. Cara lain mengurangi luasnya infark

Dengan obat kelompok beta bloker, misalnya propanolol, aterol, akan turun pemakaian O2 lewat penurunan nadi, kontraksi dan tekanan darah.

  1. Pengobatan dengan antikoagulan dan anti platelet

– Heparin IV atau SC (12.000 IV/12 jam)

– Aspirin diberikan pada waktu rumah sakit dalam jangka panjang.

Apa Itu Heartcare?

HeartCare adalah Produk yang diproduksi oleh PT. Autoimun Care Indonesia (PT. AICI) merupakan Formula Organik yang diproduksi dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology.
Heartcare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

Tim Formulator kami melakukan berbagai penelitian dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Alami berkualitas yang memakan waktu panjang untuk mendapatkan hasil terbaik agar dapat menyembuhkan Penyakit jantung.